![]() |
| Presiden Prabowo Subianto. (Instagram.com/@sekretariat.kabinet) |
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaan rumah radio Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Surabaya, Jawa Timur. Rumah tersebut merupakan tempat pidato legendaris 10 November 1945 yang membakar semangat rakyat melawan penjajah yang kini lenyap, meski berstatus cagar budaya.
Ia menyentil keras kebiasaan membongkar bangunan bersejarah demi gedung dan pabrik. Ia heran, peninggalan perjuangan justru lenyap di negeri yang mengaku menjunjung sejarah.
Di hadapan para kepala daerah, Prabowo mengingatkan Indonesia pernah dijajah dan diperlakukan tidak manusiawi. Luka sejarah itu, katanya, seharusnya dijaga lewat situs-situs perjuangan, bukan malah dihapus.
“Di mana sekarang rumah radio Bung Tomo itu? Masih ada atau sudah dibongkar?” kata Prabowo dalam taklimat Rakornas kepala daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Padahal, bangunan tersebut sudah lama berstatus cagar budaya. Namun kenyataannya, situs bersejarah itu tetap rata dengan tanah, memicu tanda tanya besar soal komitmen menjaga warisan bangsa.
Menurut Prabowo, Indonesia berdiri hari ini bukan hasil pembangunan instan, melainkan perjuangan panjang para pendahulu. Karena itu, mengejar investasi tanpa peduli sejarah sama saja menghapus jati diri bangsa.
Ia mengingatkan kepala daerah agar tidak silau proyek dan beton. Pembangunan, kata Prabowo, harus sejalan dengan penghormatan terhadap sejarah.
“Kalau semua dibongkar, anak cucu kita mau belajar sejarah dari mana?” sindirnya.
Prabowo menegaskan, menjaga situs perjuangan bukan nostalgia semata, melainkan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang mengorbankan segalanya demi Indonesia.▪️
Dilansir dari: beritasatu.com

0 comments:
Posting Komentar